Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
ISLAM MENDORONG PENGMBANGAN ILMU
PENGETAHUAN
OLEH KELOMPOK 1 :
Erda Rahmania
Hendriawan
Melisa Ferda Seftarini
Muhammad Ma...
1. PENGERTIAN IPTEK
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua sosok yang tidak dapat dipisahkan satu
sama lain. Ilmu ad...
2. PANDANGAN ISLAM TENTANG IPTEK
Setiap manusia diberikan hidayah dari Allah swt berupa “alat” untuk mencapai
dan membuka ...
Menurut Mehdi Ghulsyani (1995), dalam menghadapi perkembangan IPTEK ilmuwan muslim
dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok...
Dari uraian di atas “hakekat” penyikapan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari yang islami
adalah memanfaatkan perkembangan IP...
Pentingnya Umat Beragama Mengikuti Perkembangan IPTEK
 Para sarjana muslim berpandangan bahwa yang disebut ilmu itu tidak...
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam al-Qur’an :
ْ‫م‬َ‫ل‬ ُ‫ه‬َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ ٰ‫ى‬َّ‫ت‬َ‫ح‬ ً‫ء‬‫ا‬َ‫م‬ ُ‫...
“Allah mengakui bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain dari pada Nya dan malaikat malaikat mengakui dan orang
orang ber...
Menuntut ilmu agama adalah kewajiban setiap Muslim, Nabi Muhammad SAW Bersabda :
‫مالك‬ ‫بن‬ ‫أنس‬ ‫عن‬,‫قال‬:‫م‬‫وسل‬ ‫عل...
Sabda Nabi Muhammad SAW tentang doa agar diberi keberkahan pada ilmu yang sudah dipelajari dan
meminta ditambahkan ilmu ya...
3. SEJARAH MUNCULNYA TRADISI KEILMUAN
DALAM ISLAM
Secara historis tradisi intelektual dalam islam dimulai dari pemahaman t...
4. PENGARUH PENGEMBANGAN ILMU DALAM
BANGUNAN PERADABAN ISLAM
Ditilik dari sejarah, ada empat faktor mengapa peradaban isla...
5. PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DALAM
KONSEPSI ISLAM
Pada dasarnya pengembangan ilmu pengetahuan dalam perpektif islam di...
Islam Mendorong Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Islam Mendorong Pengembangan Ilmu Pengetahuan
You’ve finished this document.
Download and read it offline.
Upcoming SlideShare
What to Upload to SlideShare
Next
Upcoming SlideShare
What to Upload to SlideShare
Next
Download to read offline and view in fullscreen.

Share

Islam Mendorong Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Download to read offline

Materi pelajaran ilmu hadits kelas 12 MA tingkat ALIYAH

Related Books

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Related Audiobooks

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Islam Mendorong Pengembangan Ilmu Pengetahuan

  1. 1. ISLAM MENDORONG PENGMBANGAN ILMU PENGETAHUAN OLEH KELOMPOK 1 : Erda Rahmania Hendriawan Melisa Ferda Seftarini Muhammad Mauladi Ita Purnama Sari
  2. 2. 1. PENGERTIAN IPTEK Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua sosok yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ilmu adalah sumber teknologi yg mampu memberikan kemungkinan munculnya berbagai penemuan rekayasa dan ide-ide. Adapun teknoogi adalah terapan atau aplikasi dari ilmu yg dapat ditunjukkan dalam hasil nyata yg lbh canggih dan dapat mendorong manusia utk berkembang lbh maju lagi. Sebagai umat Islam kita harus menyadari bahwa dasar-dasar filosofis untuk mengembangkan ilmu dan teknologi itu bisa dikaji dan digali dalam Alquran sebab kitab suci ini banyak mengupas keterangan-keterangan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperi kita ketahui, teknologi kini telah merambat dalam kehidupan kebanyakan manusia bahkan dari kalangan atas hingga menengah kebawah sekalipun. Dimana upaya tersebut merupakan cara atau jalan di dalam mewudkan kesejahteraan dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Atas dasar kreatifitas, akalnya, manusia mengembangkan iptek dalam rangka untuk mengolah SDA yang di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dimana dalam pengembangan iptek harus didasari terhadap moral dan kemanusiaan yang adil dan beradab, agar semua masyarakat mengecam IPTEK secara merata. Disatu sisi telah terjadi perkembangan yang sangat baik sekali di aspek telekomunikasi, namun pelaksanaan pembangunan IPTEK masih belum merata.
  3. 3. 2. PANDANGAN ISLAM TENTANG IPTEK Setiap manusia diberikan hidayah dari Allah swt berupa “alat” untuk mencapai dan membuka kebenaran. Hidayah tersebut adalah  Indera, untuk menangkap kebenaran fisik.  Naluri, untuk mempertahankan hidup dan kelangsungan hidup manusia secara pribadi maupun social.  Pikiran dan atau kemampuan rasional yang mampu mengembangkan kemampuan tiga jenis pengetahuan akali (pengetahuan biasa, ilmiah dan filsafi). Akal juga merupakan penghantar untuk menuju kebenaran tertinggi.  Imajinasi, daya khayal yang mampu menghasilkan kreativitas dan menyempurnakan pengetahuannya,  Hati nurani, suatu kemampuan manusia untuk dapat menangkap kebenaran tingkah laku manusia sebagai makhluk yang harus bermoral.
  4. 4. Menurut Mehdi Ghulsyani (1995), dalam menghadapi perkembangan IPTEK ilmuwan muslim dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok : 1) Kelompok yang menganggap IPTEK modern bersifat netral dan berusaha melegitimasi hasil- hasil IPTEK moderen dengan mencari ayat-ayat Al-Quran yang sesuai. 2) Kelompok yang bekerja dengan IPTEK moderen, tetapi berusaha juga mempelajari sejarah dan filsafat ilmu agar dapat menyaring elemen-elemen yang tidak islami. 3) Kelompok yang percaya adanya IPTEK Islam dan berusaha membangunnya. Untuk kelompok ketiga ini memunculkan nama Al-Faruqi yang mengintrodusir istilah “islamisasi ilmu pengetahuan”. Dalam konsep Islam pada dasarnya tidak ada pemisahan yang tegas antara ilmu agama dan ilmu non-agama. Sebab pada dasarnya ilmu pengetahuan yang dikembangkan manusia merupakan “jalan” untuk menemukan kebenaran Allah itu sendiri. Sehingga IPTEK menurut Islam haruslah bermakna ibadah. Yang dikembangkan dalam budaya Islam adalah bentuk-bentuk IPTEK yang mampu mengantarkan manusia meningkatkan derajat spiritialitas, martabat manusia secara alamiah. Bukan IPTEK yang merusak alam semesta, bahkan membawa manusia ketingkat yang lebih rendah martabatnya.
  5. 5. Dari uraian di atas “hakekat” penyikapan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari yang islami adalah memanfaatkan perkembangan IPTEK untuk meningkatkan martabat manusia dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah swt. Kebenaran IPTEK menurut Islam adalah sebanding dengan kemanfaatannya IPTEK itu sendiri. IPTEK akan bermanfaat apabila 1) mendekatkan pada kebenaran Allah dan bukan menjauhkannya. 2) Dapat membantu umat merealisasikan tujuan-tujuannya (yang baik). 3) Dapat memberikan pedoman bagi sesame. 4) Dapat menyelesaikan persoalan umat. Dalam konsep Islam sesuatu hal dapat dikatakan mengandung kebenaran apabila ia mengandung manfaat dalam arti luas. Ada beberapa kemungkinan hubungan antara agama dan iptek:  Berseberangan atau bertentangan.  Bertentangan tapi dapat hidup berdampingan secara damai  Tidak bertentangan satu sama lain  Saling mendukung satu sama lain, agama mendasari pengembangan iptek atau iptek mendasari penghayatan agama.
  6. 6. Pentingnya Umat Beragama Mengikuti Perkembangan IPTEK  Para sarjana muslim berpandangan bahwa yang disebut ilmu itu tidak hanya terbatas pada pengetahuan (knowledge) dan ilmu (science) saja, melainkan ilmu oleh Allah dirumuskan dalam lauhil mahfudz yang disampaikan kepada kita melalui Alquran dan As-Sunnah. Ilmu Allah itu melingkupi ilmu manusia tentang alam semesta dan manusia sendiri. Jadi bila diikuti jalan pikiran ini, maka dapatlah kita pahami, bahwa Alquran itu merupakan sumber pengetahuan dan ilmu pengetahuan manusia (knowledge and science).  Seandainya penggunaan satu hasil teknologi telah melalaikan seseorang dari zikir dan tafakur serta mengantarkannya kepada keruntuhan nilai-nilai kemanusiaan maka ketika itu bukan hasil teknologinya yang mesti ditolak, melainkan kita harus memperingatkan dan mengarahkan manusia yang menggunakan teknologi itu. Jika hasil teknologi sejak semula diduga dapat mengalihkan manusia dari jati diri dan tujuan penciptaan sejak dini pula kehadirannya ditolak oleh islam. Karena itu menjadi suatu persoalan besar bagi martabat manusia mengenai cara memadukan kemampuan mekanik demi penciptaan teknologi dengan pemeliharaan nilai-nilai fitrahnya.  Kesenian Islam tidak harus berbicara tentang islam. Ia tidak harus berupa nasihat langsung, atau anjuran berbuat kebajikan,bukan juga penampilan abstrak tentang akidah. Seni yang islami adalah seni yang dapat menggambarkan wujud ini dengan bahasa yang indah serta sesuai dengan cetusan fitrah. Seni islam adalah ekspresi tentang keindahan wujud dari sisi pandangan islam tentang alam, hidup, dan manusia yang mengantar menuju pertemuan sempurna antara kebenaran dan keindahan.
  7. 7. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam al-Qur’an : ْ‫م‬َ‫ل‬ ُ‫ه‬َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ ٰ‫ى‬َّ‫ت‬َ‫ح‬ ً‫ء‬‫ا‬َ‫م‬ ُ‫آن‬ْ‫م‬َّ‫الظ‬ ُ‫ه‬ُ‫ب‬َ‫س‬ْ‫ح‬َ‫ي‬ ٍ‫ة‬َ‫ع‬‫ي‬ِ‫ق‬ِ‫ب‬ ٍ‫ب‬‫ا‬َ‫ر‬َ‫س‬َ‫ك‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ل‬‫ا‬َ‫م‬ْ‫ع‬َ‫أ‬ ‫وا‬ُ‫ر‬َ‫ف‬َ‫ك‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬َ‫و‬َ‫و‬ ‫ا‬ً‫ئ‬ْ‫ي‬َ‫ش‬ ُ‫ه‬ْ‫د‬ ِ‫ج‬َ‫ي‬ُ َّ‫اَّلل‬َ‫و‬ ۗ ُ‫ه‬َ‫ب‬‫ا‬َ‫س‬ ِ‫ح‬ ُ‫ه‬‫ا‬َّ‫ف‬َ‫و‬َ‫ف‬ ُ‫ه‬َ‫د‬ْ‫ن‬ِ‫ع‬ َ َّ‫اَّلل‬ َ‫د‬َ‫ج‬َ‫و‬ُ‫ع‬‫ي‬ ِ‫ر‬َ‫س‬ ِ‫ب‬‫ا‬َ‫س‬ ِ‫ح‬ْ‫ال‬ Artinya : “Dan orang – orang yang kafir amal – amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang – orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal – amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya”. (Q.S An-Nur : 39) Dengan demikian integrasi iptek dan imtaq harus diupayakan dalam format yang tepat sehingga keduanya berjalan seimbang dan dapat mengantar kita meraih kebaikan dunia dan kebaikan akhirat seperti do’a yang setiap saat kita panjatkan kepada Allah. َّ‫ن‬‫ال‬ َ‫اب‬َ‫ذ‬َ‫ع‬ ‫ا‬َ‫ن‬ِ‫ق‬َ‫و‬ ً‫ة‬َ‫ن‬َ‫س‬َ‫ح‬ ِ‫ة‬َ‫ر‬ ِ‫خ‬ ْ‫اْل‬ ‫ي‬ِ‫ف‬َ‫و‬ ً‫ة‬َ‫ن‬َ‫س‬َ‫ح‬ ‫ا‬َ‫ي‬ْ‫ن‬ُّ‫د‬‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ‫ا‬َ‫ن‬ِ‫ت‬‫آ‬ ‫ا‬َ‫ن‬َّ‫ب‬َ‫ر‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬َ‫و‬ِ‫ار‬ Artinya : “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (Q.S. Al-Baqarah : 201)
  8. 8. “Allah mengakui bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain dari pada Nya dan malaikat malaikat mengakui dan orang orang berilmu,yang tegak dengan keadilan” (QS Ali Imran 18) َّ‫َل‬ِ‫إ‬ َ‫ه‬َٰ‫ل‬ِ‫إ‬ َ‫َل‬ ۚ ِ‫ْط‬‫س‬ِ‫ق‬ْ‫ال‬ِ‫ب‬ ‫ًا‬‫م‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ق‬ ِ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ال‬ ‫و‬ُ‫ل‬‫و‬ُ‫أ‬ َ‫و‬ ُ‫َة‬‫ك‬ِ‫ئ‬ َ‫َل‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ َ‫و‬ُ‫ه‬ َّ‫َل‬ِ‫إ‬ َ‫ه‬َٰ‫ل‬ِ‫إ‬ َ‫َل‬ ُ‫ه‬َّ‫ن‬َ‫أ‬ ُ َّ‫اَّلل‬ َ‫د‬ِ‫َه‬‫ش‬َ‫و‬ُ‫ه‬ُ‫م‬‫ي‬ِ‫ك‬َ‫ح‬ْ‫ال‬ ُِ‫ي‬ َِِ‫ع‬ْ‫ال‬ Artnya : “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”( QS Ali Imran 18) Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT sangat memuliakan orang orang yang berilmu. Pada ayat lain Allah SWT berfirman ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ ۖ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ ُ َّ‫اَّلل‬ ِ‫ح‬َ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ ‫ُوا‬‫ح‬َ‫س‬ْ‫اف‬َ‫ف‬ ِ‫س‬ِ‫ل‬‫َا‬‫ج‬َ‫م‬ْ‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ‫ُوا‬‫ح‬َّ‫س‬َ‫ف‬َ‫ت‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ َ‫ل‬‫ي‬ِ‫ق‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬ ‫َا‬‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ي‬‫ي‬ِ‫ق‬ْ‫ن‬‫ا‬َ‫ف‬ ‫وا‬ُُِ‫ش‬ْ‫ن‬‫ا‬ َ‫ل‬ُ َّ‫اَّلل‬ َ‫و‬ ۚ ٍٍ‫َا‬‫ج‬َ‫َر‬َ َ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ال‬ ‫وا‬ُ‫ت‬‫و‬ُ‫أ‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬ ُ َّ‫اَّلل‬ ِ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫َر‬‫ي‬ ‫وا‬ُُِ‫ش‬َ‫ت‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬‫ير‬ِ‫ب‬َ‫خ‬ َ‫ون‬ُ‫ل‬َ‫م‬ْ‫ع‬ “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS Al Mujadalah 11) ِ‫و‬َ‫ت‬ْ‫س‬َ‫ي‬ ْ‫ل‬َ‫ه‬ ْ‫ل‬ُ‫ق‬ ۗ ِ‫ه‬ِ‫ب‬َ‫ر‬ َ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫ر‬ ‫ُو‬‫ج‬ْ‫َر‬‫ي‬َ‫و‬ َ‫ة‬َ‫ر‬ ِ‫خ‬ ْ‫اْل‬ ُ‫ر‬َ‫ذ‬ْ‫ح‬َ‫ي‬ ‫ًا‬‫م‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫و‬ ‫ا‬ً‫د‬ ِ‫اج‬َ‫س‬ ِ‫ل‬ْ‫ي‬َّ‫ل‬‫ال‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ن‬‫آ‬ ‫ت‬ِ‫ن‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫و‬ُ‫ه‬ ْ‫َّن‬‫م‬َ‫أ‬‫ا‬ ‫ي‬ُ‫م‬َ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ي‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ل‬ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ب‬ْ‫ل‬َ ْ‫اْل‬ ‫و‬ُ‫ل‬‫و‬ُ‫أ‬ ُ‫ر‬َّ‫ك‬َ‫ذ‬َ‫ت‬َ‫ي‬ ‫ا‬َ‫م‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ۗ َ‫ون‬ُ‫م‬َ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ي‬ َ‫َل‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬ َ‫و‬ َ‫ون‬ “(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.?”(QS AzZumar 9)
  9. 9. Menuntut ilmu agama adalah kewajiban setiap Muslim, Nabi Muhammad SAW Bersabda : ‫مالك‬ ‫بن‬ ‫أنس‬ ‫عن‬,‫قال‬:‫م‬‫وسل‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫ى‬‫صل‬ ‫هللا‬ ‫رسول‬ ‫قال‬:‫مسلم‬ ‫كل‬ ‫على‬ ‫فريضة‬ ‫العلم‬ ‫طلب‬ Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.” [Shahih : Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah didalam Sunan nya, hadits no 223. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani] Ahli Ilmu dan Penuntut Ilmu adalah Pembuka Pintu Kebaikan dan Penutup Pintu Keburukan, Sabda Nabi: ‫قال‬ ‫مالك‬ ‫بن‬ ‫أنس‬ ‫عن‬:‫م‬‫وسل‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫ى‬‫صل‬ ‫هللا‬ ‫رسول‬ ‫قال‬:”‫للخير‬ ‫مفاتيح‬ ‫اس‬‫الن‬ ‫من‬ ‫إن‬,‫ر‬‫للش‬ ‫مغاليق‬,‫ر‬‫للش‬ ‫مفاتيح‬ ‫اس‬‫الن‬ ‫من‬ ‫وإن‬,‫مغاليق‬ ‫للخير‬,‫يديه‬ ‫على‬ ‫الخير‬ ‫مفاتيح‬ ‫هللا‬ ‫جعل‬ ‫لـمن‬ ‫فطوبى‬,‫يديه‬ ‫على‬ ‫ر‬‫الش‬ ‫مفاتيح‬ ‫هللا‬ ‫جعل‬ ‫لـمن‬ ‫وويل‬ ” Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya diantara manusia ada orang yang menjadi pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan. Dan sesungguhnya diantara manusia juga ada yang menjadi pembuka pintu keburukan dan penutup pintu kebaikan. Maka berbahagialah orang yang Allah telah jadikan dia sebagai kunci pembuka pintu kebaikan ada ditangan nya. Dan celakalah orang yang Allah telah jadikan dia sebagai kunci pembuka pintu keburukan ada ditangan nya.”
  10. 10. Sabda Nabi Muhammad SAW tentang doa agar diberi keberkahan pada ilmu yang sudah dipelajari dan meminta ditambahkan ilmu yang bermanfaat: ‫قال‬ ‫عنه‬ ‫هللا‬ ‫رضي‬ ‫هريرة‬ ‫أبي‬ ‫عن‬:‫يقول‬ ‫م‬‫وسل‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫ى‬‫صل‬ ‫هللا‬ ‫رسول‬ ‫كان‬ : ْ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ت‬ْ‫م‬َّ‫َل‬‫ع‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ْ‫ي‬ِ‫ن‬ْ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫ن‬‫ا‬ َّ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫لل‬َ‫ا‬,ْ‫ي‬ِ‫ن‬ُ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫ي‬‫ا‬َ‫م‬ ْ‫ي‬ِ‫ن‬ْ‫م‬ِ‫ل‬َ‫ع‬َ‫و‬,‫ا‬ً‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ ْ‫ي‬ِ‫ن‬َْ ِ‫ز‬ َ‫و‬,ُ‫ك‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ِ ِ‫َّلل‬ ُ‫د‬ْ‫َم‬‫ح‬ْ‫ال‬َ‫و‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ح‬ ِ‫ل‬ Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, dia berkata : “Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Ya Allah berilah aku manfaat dari apa yang Engkau ajarkan kepada ku. Ajarilah aku akan apa yang bermanfaat untuk ku dan tambahkanlah ilmu ku. Segalapuji bagi Mu yang Allah, pada segala keadaan.” [Shahih dengan penguat : Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah dalam sunan nya, hadits no 251, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani didalam Shahih Sunan Ibnu Majah no 205] Didalam riwayat yang lain, juga dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam berdoa : ْ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ت‬ْ‫م‬َّ‫َل‬‫ع‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ْ‫ي‬ِ‫ن‬ْ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫ن‬‫ا‬ َّ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫لل‬َ‫ا‬,ْ‫ي‬ِ‫ن‬ُ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫ي‬‫ا‬َ‫م‬ ْ‫ي‬ِ‫ن‬ْ‫م‬ِ‫ل‬َ‫ع‬َ‫و‬,‫ا‬ً‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ ْ‫ي‬ِ‫ن‬َْ ِ‫ز‬ َ‫و‬,ُ‫ك‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ِ ِ‫َّلل‬ ُ‫د‬ْ‫َم‬‫ح‬ْ‫ال‬َ‫و‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ح‬ ِ‫ل‬,ِ‫ار‬َّ‫ن‬‫ال‬ ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ع‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ِ‫هلل‬ِ‫ا‬‫ب‬ ُ‫ذ‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬َ‫أ‬َ‫و‬ “Ya Allah berilah aku manfaat dari apa yang Engkau ajarkan kepada ku. Dan ajarilah aku akan apa yang bermanfaat untuk ku dan tambahkanlah ilmu ku. Segalapuji bagi Mu yang Allah pada segala keadaan. Dan aku berlindung kepada mu ya Allah dari azab Neraka” [Shahih dengan penguat : Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah didalam Sunan nya, hadits no 3833. Dan Diriwayatkan juga oleh Imam at- Tirmidzi rahimahullah didalam Sunan nya, hadits no 3599. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]
  11. 11. 3. SEJARAH MUNCULNYA TRADISI KEILMUAN DALAM ISLAM Secara historis tradisi intelektual dalam islam dimulai dari pemahaman terhadap Al qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhamad SAW, secara berturut turut dari periode mekkah sampai madinah. Munculnya tradisi keilmuan dalam islam secara umum dapat dibagi menjadi tiga periode. Periode pertama dimana pada periode ini lahirlah pandangan hidup islam.Periode kedua dimulai ketika timbul kesadaran bahwa wahyu yang turun (sudah menajdi pandangan hidup) pada dasarnya mengandung struktur fundamental dari apa yang disebut dengan scientific worldview. Periode ketiga adalah lahirnya tradisi keilmuan dalam islam, dimana tradisi keilmuan ini lahir dari konsekuensi logis dari adanya strukturpengetahuan dalam islam. Dari proses lahirnya pandangan islam yang tergambar dari tiga periode diatas dapat disimpulkan bahwa islam adalah agama yang sarat dengan ajaran yang mendorong timbulnya ilmu pengetahuan.Ajaran tentang ilmu pengetahuan dalam islam yang cikal bakalnya adalah konsep konsep dasar dalam wahyu itu kemudian ditafsirkan kedalam berbagai bentuk kehidupan dan akhirnya terakumulasi dalam sebuah bangunan peradaban yang kokoh.Suatu peradaban yang lahir dan tumbuh atas dukungan tradisi intelektual yang berbasis pada wahyu.
  12. 12. 4. PENGARUH PENGEMBANGAN ILMU DALAM BANGUNAN PERADABAN ISLAM Ditilik dari sejarah, ada empat faktor mengapa peradaban islam berkembang pesat di masa lalu.Faktor faktor itu adalah kekuasaan,ekonomi, stabilitas politik dan sarana pengembangan ilmu. Sesudah Rasululloh SAW wafat, beliu telah meletakan dasar dasar yang merupakan bekal yang sangat berharga bagi generasi penerusya. Salah satunya adalah ashab al suffah yang menjadi cikal bakal tradisi intelektual islam.Jika dianalogikan dengan sebuah kurva, maka sesudah masa Rosululloh SAW maka peradaban islam sedang merangkak naik sehingga pada akhirnya menjadi pusat peradaban dunia.Dimulai dari masa khulafaur rasyidin, dinasti umayah,dinasti abasiyah dan kesultanan turki usmani. Memang didalam perjalananya kita juga mengakui ada masa naik dan turun juga. Tetapi secara umum bisa dikatakan pada saat itu islam benar benar menjadi “pusat perhatian” bagi dunia.. Pandangan hidup yang berasal dari Al quran dan assunnah, benar benar menjadi “modal berharga” yang termanfaatkan dengan baik pula. Mereka merambah komunitas sahabat, thabiin,tabi tahbiin dan ulamaulama pewarisnya yang diikat dalam pandangan hidup, visi misi kegamaan yang sama sehingga menjadi ummat besar yang menyatukan bangsa bangsa di dunia.
  13. 13. 5. PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DALAM KONSEPSI ISLAM Pada dasarnya pengembangan ilmu pengetahuan dalam perpektif islam dipusatkanpada konsepsi tauhid. Manusia sebagai subyek dari ilmu, diharapkan akan semakin bertambah keyakinananya terhadap Allah SWT sehingga hasil akhir dari sebuah pengembangan ilmu pengetahuan dalam pandangan islam,selalu dikembalikan kepada “pusat” pengetahuan itu sendiri yaitu Allah SWT. َ‫ق‬َ‫ل‬َ‫خ‬ ‫ِي‬‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬ َ‫ك‬ِ‫ب‬َ‫ر‬ ِ‫ْم‬‫س‬‫ا‬ِ‫ب‬ ْ‫أ‬َ‫ر‬ْ‫اق‬ Dari QS Al Alaq 1 sebagai prolog dari tulisan ini, terlihat dengan jelas konsepnya. “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu”. Mengenai ayat ini Sayyid Qutb dalam tafsirnya yang sangat terkenal Fi Zhilalil Qur’an mengatakan..”kemudian tampaklah sumber pengajaran dan ilmu pengetahuan bahwa sumbernya adalah Allah. Dari Nya lah manusia mengembangkan apa yang telah dan akan diketahuinya. Juga, dari Nyalah manusia mengembangkan apa yang dibukakan untuknya tentang rahasia rahasia semesta, kehidupan, dan dirinya sendiri.Semua itu dari sana,dari sumber satu satunya itu,yang tidak ada sumber lain disana selain Dia “. Manusia yang dilahirkan dari proses ini adalah manusia insan kamil atau manusia yang universal. Berbeda dengan konsepsi barat ,pengembangan ilmu yang dilakukan seolah olah melepaskan Tuhan. Tuhan seakan akan menjadi penghalang dalam pengembangan ilmu sehingga harus dikucilkan Tuhan tidak mereka ikutsertakan dalam penggalian dan pengembangan ilmu yang mereka lakukan. Mereka meletakan manusia diatas segala galanya. “Manusia adalah ukuran dari segala sesutau,segala sesuatu yang ada adalah ada,dan segla sesutau yang tuidak ada adalah tidak ada,”Maka lahirlah manusia manusia yang sekuler dan materialistik. Tetapi sayangnya di sebagian negara negara yang mayoritas penduduknya muslim, konsepsi pendidikan dalam pandangan barat lah yang sering dipakai, menjadi tugas kita semua untuk bisa mengembalikan proses pengembangan ilmu yang dilakukan adalah sesuai dengan konsepsi islam.
  • MuhammadMauladi

    Oct. 13, 2017

Materi pelajaran ilmu hadits kelas 12 MA tingkat ALIYAH

Views

Total views

4,824

On Slideshare

0

From embeds

0

Number of embeds

0

Actions

Downloads

9

Shares

0

Comments

0

Likes

1

×