Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Upcoming SlideShare
Modul mekanika teknik 1
Modul mekanika teknik 1
Loading in …3
×
1 of 11

Mekanika teknik 1

10

Share

Download to read offline

MEKANIKA TEKNIK 1

Related Books

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Mekanika teknik 1

  1. 1. Materi Mekanika Teknik BY : Erwan Kurnia Pratama
  2. 2. Materi Titik Berat Partikel Titik Berat Benda Tidak Beraturan
  3. 3. Titik Berat Partikel
  4. 4. Konsep Titik Berat Semua benda di bumi mempunyai berat. Berat suatu benda dapat dianggap terkonsentrasi pada satu titik yang di sebut pusat gravitasi atau titik berat. Pada titik berat ini gaya-gaya yang bekerja menghasilkan momen resultan sama dengan nol. Karena itulah benda yang di tumpu pada titik beratnya akan berada dalam keseimbangan statik. Dengan kata lain titik berat adalah titik tangkap dari semua gaya yang bekerja. Salah satu gaya yang bekerja pada setiap benda yang terletak di permukaan bumi adalah gaya gravitasi. Gaya gravitasi yang bekerja pada suatu benda di sebut gaya berat (w). Untuk benda yang mempunyai ukuran (bukan titik jika titik tidak punya ukuran), gaya gravitasi yang bekerja pada benda tersebut sebenarnya bukan cuma satu.
  5. 5. Titik Berat Partikel setiap benda bisa kita anggap terdiri dari banyak partikel alias banyak titik. Gaya gravitasi sebenarnya bekerja pada tiap-tiap partikel yang menyusun benda itu. Seandainya benda kita bagi menjadi potongan2 yang sangat kecil, maka satu potongan kecil itu = satu partikel. Sebuah benda terdiri atas partikel- partikel dengan jumlah tak terhingga yang masing-masing partikel mempunyai massa-massa tertentu Secara matematis bisa ditulis sebagai berikut : m1 = partikel 1, m2 = partikel 2, m3 = partikel 3, m4 = partikel 4, m5 = partikel 5, ……, mn = partikel terakhir Jumlah partikel sangat banyak tak terhingga, kita pun tidak tahu secara pasti ada berapa jumlah partikel. Untuk mempermudah, maka kita cukup menulis titik2 (….) dan n. Simbol n melambangkan partikel yang terakhir.
  6. 6. Titik Berat Partikel Gaya gravitasi bekerja pada masing-masing partikel itu. Secara matematis bisa kita tulis sebagai berikut : Gaya gravitasi yang bekerja pada partikel = gaya berat partikel m1g = w1 = gaya gravitasi yang bekerja pada partikel 1 m2g = w2 = gaya gravitasi yang bekerja pada partikel 2 m3g = w3 = gaya gravitasi yang bekerja pada partikel 3 m4g = w4 = gaya gravitasi yang bekerja pada partikel 4 m5g = w5 = gaya gravitasi yang bekerja pada partikel 5 Dan seterusnya…………………. Mng = wn = gaya gravitasi yang bekerja pada partikel terakhir Keterangan : w = gaya berat = gaya gravitasi yang bekerja pada benda m = massa benda g = percepatan gravitasi
  7. 7. Titik Berat Benda Tidak Beraturan Dasar Teori Berat suatu benda dapat dianggap terkonsentrasi pada suatu titik yang disebut pusat gravitasi atau titik berat. Pada titik berat ini geya-gaya yang bekerja menghasilkan momen resultan sama dengan nol. Karena itulah benda yang ditumpu pada beratnya akan berada dalam keseimbangan static. Dengan kata lain titik berat adalah titik tangkap dari semua gaya yang bekerja. Letak / Posisi Titik Berat 1. Terletak pada perpotongan diagonal ruang untuk benda homogeny berbentuk teratur. 2. Terletak pada perpotongan kedua garis vertical untuk benda sembarang. 3. Biasa terletak di dalam atau diluar bendanya tergantung pada homogenitas dan bentuknya
  8. 8. Titik Berat Benda Tidak Beraturan Letak titik berat benda homogen yang bentuknya tidak teratur Titik berat benda-benda yang tidak teratur bentuknya ditentukan dengan eksperimen yaitu dengan cara digantung dengan tali pada beberapa bagian dan letak titik beratnya berada di perpotongan perpanjangan tali penggantung. Titik A, B, dan C adalah titik-titik tempat menggantung benda.
  9. 9. Titik Berat Benda Tidak Beraturan Letak titik berat benda yang mempunyai sumbu simetri Pada benda yang mempunyai sumbu simetri, letak titik beratnya berada di sumbu simetri tersebut. Bidang ABC adalah segitiga samakaki (AC = BC) dengan CD sebagai sumbu simetri.
  10. 10. S. A. E. S. A. E. S. A. E. S. A. E. S. A. E. S. A. E. S. A. E. S. A. E. S. A. E. S. A. E. S. A. S. A. E.

×